Monday, 4 April 2011

002 : KU GAGAHI PRIA PENODONG MALAM ITU (2)

"Ga usah banyak bacot" bentakku sambil mendorong pantatku maju. Sangat susah untuk memasukan rudalku kedalam lobang pantatnya. Ku ludahi lagi dan kudorong lagi dengan sedikit hentakan keras. Susah sekali untuk memasukan rudalku yang tidak besar juga tidak panjang, cuma 15cm. Ku tekan lagi hingga kepala rudalku mulai tenggelam.

"Agh sakit mas" ucapnya sambil berusaha mendorong perutku menjauhi pantatnya. Ku putar-putar kekanan dan kekiri dengan sedikit demi sedikit ku tekan. Kepala rudalku sudah terbenam, tinggal batang rudalku saja yg belum masuk. Lobang pantatnya berkedut-kedut mencengkeram sangat kuat kepala rudalku. Nafasnya juga tak teratur menahan sakit. Ku tarik pelan dan ku tekan pelan sekali. Lama kelamaan gerakan pantatku tidak terlalu susah. Hingga lama kelamaan rudalku terbenam semua dalam lobang pantatnya. Jepitanya kencang sekali, terasa menggigit bila kuhentakan keras. Nikmat sekali pantat lelaki ini pikirku. Sebentar saja sudah mau ejakulasi. Tapi setiap mau ejakulasi, aku keluarkan rudalku dan ku bersihkan dengan celana dalam lelaki itu yang ku robek tadi. Ku jilati pantatnya dan ku gigit buah pantatnya yang kenyal.

Malam semakin larut. Angin kencang meniup tubuhku yang hanya memakai kaos hitamku. Sementara lelaki itu cuma memakai kaos biru yg sekarang seperti kemeja pendek yang tidak di kancing bagian depannya. Ku tarik tubuh lelaki itu supaya nungging. Ku ludahi telapak tanganku dan ku dekatkan ke kontolnya. Ku kocok kontolnya yang lembek. Sambil ku arahkan rudalku yg masih keras ke lobang pantatnya. Masih saja susah memasukan kepala rudalku ke lobang pantatnya. Setelah bersusah paya kepala rudalku masuk. Ku tarik tubuhnya keatas, berat rasanya menarik tubuh yang lemah untuk setengah berdiri. Dengan kedua tanganku ku tarik bahunya ke atas sehingga dia seakan berdiri didepanku, dengan lutut menempel di aspal. Rudalku juga masuk semakin dalam. Ku jaga tubuhnya supaya tidak jatuh kedepan, ku peluk erat sambil ku pilin putingnya dan ku remas dadanya yang gempal sementara tangan kananku mengocok kontolnya yang semakin keras walau tidak keras seperti rudalku.

"Enak ga pak?" bisikku pada telinga kanannya. Kemudian ku jilati daun telingannya yg kotor karena ada pasir yg menempel. Ku kocok lagi dengan irama yang harmonis kadang pelan kadang cepat. Itu membuat kontolnya berkedut-kedut seirama dengan cengkeraman lobang pantatnya pada rudalku.

Malam itu sekitar pukul 23 lewat, memang jalan ini jarang aku lewati pada jam segini. Orang-orang bilang jalan ini rawan penodong kalau malam. Apa lagi pukul 22 keatas, siap-siap saja jadi mangsa penodong. Aku pikir penodong itu 3 orang atau lebih. Kalau cuma 1 orang aku masih berani melawan. Dan buktinya lelaki yang menodongku itu tak berdaya di pelukanku. Pantatku ku goyangkan maju mundur dengan jarak sangat pendek supaya rudalku tidak tercabut keluar dari lobang pantatnya. Kocokanku pada kontolnya semakin cepat karena kontolnya sudah semakin keras. Pasti lelaki ini akan mengalami organsme. Ku ludahi lagi tangan kananku dan ku oleskan lagi kontolnya dengan ludahku dan ku kocok dengan lembut kadang kasar. Tak berapa lama tubuh lelaki itu tegang dan CRUT CRUT CRUT... CRUT... Kontolnya seperti pistol maenan anak-anak yang menembakan air, tetapi kontol lelaki itu menembakan air mani. Pejuhnya terlihat mengkilap di aspal di depan kami juga sampai ke celana jeansnya yang ku gunakan alas tubuhnya. Tak mau kalah aku juga mau mengeluarkan air maniku. ku peluk erat tubuh lelaki itu, ku goyangkan pantatku maju mundur. Ku remas keras kedua dadanya yang bidang. Ku percepat gerakan pantatku. Sungguh nikmat sedang melanda rudalku. Aku tak mau kehilangan kenikmatan ini. Tak lama kenikmatan itu sampai puncaknya. Tubuhku menegang dan ku tetap gerakan pantatku maju mundur. Ku gigit pundaknya. Ku remas dadanya sekaras mungkin. CRUT CRUT CRUT... Entah berapa kali kedutan yang ku alami tidak terasa karena pantatku tetap kugerakan maju mundur saat rudalku mengeluarkan sperma. Terasa lama puncak kenikmatan yang aku alami bersama lelaki itu. Terasa panjang kenikmatan yang menggetarkan tubuhku ini. Setelah selesai mengeluarkan air mani yang tersimpan dalam kantung zakarku, rudalku tetap ku dorong masuk dan ku tarik keluar masuk lubang pantatnya menikmati sisa-sisa organsme tadi. Rudalku masih saja keras sehingga masih ingin mengobok obok lubang pantat lelaki itu. Tetapi tak tega melihatnya lemas ingin jatuh dari pelukanku.

Setelah ku bersihkan rudalku. Ku pakaikan lagi celana jeansnya tanpa celana dalam karena ku robek tadi. Aku juga memakai kembali celana dalamku serta celana jeansku. Ku lepas kaosku juga kaos dalamku, ku pakai lagi kaosku sementara kaos dalamku aku pakaikan ke lelaki itu. Ku pakaikan lagi kaos lelaki itu yang ku robek.

Aku simpan pisau kecil itu dalam kantong celana jeansku. Aku angkat lelaki itu dan ku rangkulkan tangannya ke pundakku. Sambil ku tuntun langkahnya. Namun tetap saja susah melangkah. "Tinggal dimana Pak. Saya antar kerumah Bapak" tanyaku padanya.

Bersambung......

No comments:

Post a Comment