Thursday, 7 April 2011

003 : ENAKNYA LELAKI SAMA LELAKI

Malam itu sungguh sangat dingin. Angin terlalu kencang sehingga keringat itu terasa bagai air es. Daerah gudang ini dekat dengan pantai. Aku berjalan kemari ke tempat kontrakan sodaraku. Biasanya aku melewati jalan yang lebih dekat. Cuma kali ini mencoba seberapa bahayakah jalan ini. Kalaupun aku di keroyok aku akan mencoba lari. Karena aku termasuk pelari cepat di sekolahku dulu.

Ku berjalan tertatih-tatih, lelaki itu masih saja diam. Nafasnya kencang. "PAK RUMAHNYA DIMANA, SAYA ANTAR" Teriakku kesal.

"Blok D" jawabnya pelan dan tidak jelas.
"Blok B?"
"D de" mulutnya yang memar sulit berbicara.
"Ya ya" ku berjalan menuju blok D. Sedangkan sodaraku di blok I.

Jalan ini ternyata panjang. Saat ku lihat di Ovi map tidak terlalu panjang. Keluar jalan ini masuk ke blok B. Saat sudah dekat rumah penduduk, tidak terlalu ramai. Beberapa warung masih terlihat buka di kejauhan sebelah kiri. Aku berbelok ke kanan. Setelah berjalan sekian jauh, aku sampai di perempatan antara blok B dengan blok C. Ku lihat warung itu sudah tutup sepi. Di sebelah kiri ada becak, seorang lelaki berbadan cukup gempal duduk dan tidur di depan becak itu. Ku dudukan lelaki penodong itu dan ku hampiri tukang becak itu. Ku goyang-goyangkan kakinya. "Pak. Becak"

"Eh.. Ya" tukang becak itu kaget dan terbangun.

"Pak kenal sama orang ini ga?" tanyaku pada tukang becak itu sambil berjalan ke penodong itu.

"Saya ga kenal mas, tapi tau namanya kalau ga salah Prodo. Kenapa babak belur gini mas?" katanya menatap saya.

"Tadi saya ga sengaja nemuin dia tergeletak, trus saya anter kerumahnya di blok D. Rumahnya tau ga pak?"

"Ga tau mas"

"Ya udah bantu saya anterin orang ini ke blok D, saya kasih 50 ribu". Tukang becak itu diam dan membantu saya mengangkat lelaki itu. Di dudukannya lelaki itu dan aku duduk disebelah kanan. Keadaan jalan itu sepi sekali. Pasti sudah larut malam pikirku. Sesampainya di blok D. Ku tanya lagi lelaki itu. "Pak rumahnya sebelah mana?"

"urus"

"terus pak" kataku pada tukang becak.

"anan"

"kekanan pak" dan begitu seterusnya sampai di sebuah rumah kontrakan yang ia tunjuk. Tetapi dia memberi tanda supaya jangan mengikutinya dan saya disuruh pulang saja. Ku lihat langkahnya mengakang dan pelan. Kadang bergoyang kekanan dan kekiri seperti terkena gempa. Ku tetap menunggunya sampai dia masuk kedalam rumah. Lelaki itu mengetuk pintu rumah kedua dari kiri, tak lama kemudian terbuka dan lelaki seusianya yang hanya memakai celana pendek dengan tato di tangan kirinya membawa masuk lelaki itu kedalam.

"Pak, anterin ke jalan samdikun"

"Ayo mas. Eh mas nemuin Prodo dimana?" tanya tukang becak.

Aku berpikir sejenak. Apa aku berkata jujur atau tidak. "Di jalan antara gudang pabrik itu pak"

"Ko mas lewat jalan itu? Kan banyak copetnya mas"

"ya itu pak. Saya di todong sama orang. Nah saya lawan sampe mati-matian karna cuma 1 orang. Ya Alhamdulillah saya ga apa apa"

"Trus copetnya gimana"

"Yang tadi bapak liat sama saya itu"

"O copetnya Prodo itu?" tanya dia. Aku hanya bergumam saja.

"Kalau saya jadi mas, saya biarin aja tu Prodo biar tau rasa"

"Kasian juga pak, udah saya pukulin babak belur. Saya perkosa masa di biarkan gitu aja"

"Lo ko Prodo diperkosa"

"Iya pak"

"Sesama pria juga?"

"Ya abisnya saya kesel, ngaceng juga liat badannya"

"Pria ko seneng sama pria"

"bukan seneng gitu, ya namanya air mani kita keluar ya pasti enak pak"

"ya bener sih mas. Emang diapain aja tu Prodo?" tanya tukang becak penasaran.

"Ya sama aja kaya kita sama perempuan"

"Ya lain mas. Perempuan punya memek, pria ga punya"

"pria juga punya lubang di pantat. Malah enakan lubang pantat"

"hehehe..."tukang becak itu tertawa. "enak ya mas"

"Ya enak pak. Apalagi Prodo masih rapet banget kaya perawan ABG. Keset banget. Jepitanya juga kenyot-kenyot"

"masa iya mas"

"lah ga percaya. Wong saya tadi ngerasain gitu waktu Pistolku masuk kepantatnya"

"selain itu ngapain aja mas. Masa cuma genjot gitu aja"

"Teteknya saya emut"

"hehehe kaya sama cewe aja"

"pelernya saya sepong"

"doyan peler ya mas"

"engga pak, kalau ga di sepong pantatnya ga ngenyot"

"masa kudu nyepong"

"lah iya makanya kalau sama pantat perempuan ga sama kaya pantat pria. Pantat perempuan cuma bisa jepit, tapi ga ngenyot kaya pantat pria. Kaya peler kita di kenyot memek, tapi lebih enak dan lebih empuk"

"masa iya mas"

"iya pak. Makanya saya perkosa aja tu Prodo"

"mas ga jijik apa?"

"Ga pak. Dulu emang jijik. Tapi sekarang dah biasa"

"nyepong juga ga jijik?"

"ya tergantung pelernya pak. Kalau pelernya jelek ya dikocok aja"

"mas, mau ga nyepong peler saya?"

"hehehe.. Ga tahan ya pak"

"ngaceng terus denger mas sodomi Prodo"

"mau coba pantat pria ya pak?"

"iya mas, kalau mas mau disodomi ga?"

"hehehe.. Ga pak, saya ga bisa disodomi. Saya cuma bisa menyodomi orang"

"kenapa mas"

"lain orang lain kesukaan pak. Ada yang enak sodomi orang kaya saya ini tapi ga mau di sodomi. Ada juga yang keenakan disodomi. yang suka disodomi dan menyodomi jg ada.

"Disodomi juga enak ya???"

Bersambung......

No comments:

Post a Comment